Showing posts with label indonesian poems. Show all posts
Showing posts with label indonesian poems. Show all posts

Monday, September 17, 2018

DILEMA

Sebaris kata datang padaku
Bahwa dirimu telah hadir walau masih kaku

Kemudian luka di masa lalu
Kembali menjalar bertambah biru

Akankah kunikmati sayatan itu?
Atau kutendang saja rasa pedih yang menggerogoti sisa sisa tawaku

Sungguh
Aku hanya mau hidup

By balebila

Wednesday, May 2, 2018

DAHAN PINUS

Dahan Pinus yang melukis langit senja
Cahaya matahari yang mulai bersembunyi
Siluet rindu dari sinar mata
Entah kamu, sepi, atau sunyi

Makna gemilang hanya untuk pulang
Garis yang berlari meniti hijau putih
Tanah tempat terkuburnya tulang
Cerita kerajaan, raja-raja, dan patih

Siar seutas bunyi pengharapan
Pada menara yang menjulang tinggi
Bola-bola duka, suka, dan kenyataan
Saat malam bergantian dengan pagi

Pada jalan panjang yang berbelok-belok
Kuceritakan awan dan warna jingga
Pada rentang impian yang berkelok-kelok
Kutanamkan keyakinan dan cinta

Sigli, 1 Mei 2018
Oleh: Annisa

ADA

Ada sebuah senyum indah
Merekah merah berbahagia
Memanggil nama
Langit cerah bercahaya

Ada sebuah kisah wajah
Hilir mudiknya nirmala
pada kasih dan rasa
Penantian dan asa

Ada sebuah kubah
Peraduan impian frasa
Air, angin, dan tanah
Berwisata ke adanya

Ada keluh kesah
Tentang cinta
Misalnya waktu menyapa
Bagaimanakah ia?

Banda Aceh, 1 Mei 2018
Oleh: Annisa

Tuesday, April 24, 2018

WAKTU

Waktu...
Taklukkan aku!
Patahkan persendianku!
Bekukan aku hingga tak bersuhu!
Aku rebah ditebas rindu yang menderu.

Pun, aku latah menguntai apa-apa.
Gila meredam gelora asa yang membara.
Getir membakar potret kenangan refleksi masa.

Waktu...
Tendang aku dari masa lalu yang terus membabat.
Selamatkan aku dari kemelut yang terus menyayat.
Lelah aku, meretas ulang sulaman luka yang sentiasa mengabdi.
Putus asa, bak mencari daun kering yang berguguran di musim semi yang dijamuri _lili_.

Waktu...
Tarik aku dari penjara masa.
Bebaskan aku dari jeruji derita.
Tuntun aku menjinakkan rimba aksara.
Yang terus menggerogot _bola ajaib_ tanpa suara.

Waktu ialah aku.

By sopi nurisa

Wednesday, April 18, 2018

RASA DIBALIK DIAM

Aku bertarung melawan rasa
Agar suka tak terungkap
Aku berperang melawan asa
Berharap bibir tak terucap

Berdiri di balik jarak nan jauh
Berbisik pada hati yang rapuh
Tekadang sempat aku mengeluh
Tapi ah, aku tak punya sepuluh

Ku urung rasa yang membara
Berusaha menjaga fitrah
Kekaguman yang ada
Karena lantunan Qur'anmu nan indah

Sekali lagi, aku pilih diam
Memang, aku lebih baik bungkam
Sampai waktu kan menentu
Apakah kamu benar pilihan Rabbku

By: Rica MH

RASA DIBALIK DIAM

Aku bertarung melawan rasa
Agar suka tak terungkap
Aku berperang melawan asa
Berharap bibir tak terucap

Berdiri di balik jarak nan jauh
Berbisik pada hati yang rapuh
Tekadang sempat aku mengeluh
Tapi ah, aku tak punya sepuluh

Ku urung rasa yang membara
Berusaha menjaga fitrah
Kekaguman yang ada
Karena lantunan Qur'anmu nan indah

Sekali lagi, aku pilih diam
Memang, aku lebih baik bungkam
Sampai waktu kan menentu
Apakah kamu benar pilihan Rabbku

By: Rica MH

HUJAN DAN SENJA

Suatu hari..
Aku melangkah tanpa arah
Aku terus melangkah, karena aku memang tidak tau arah
Sampai kutemukan sebuah gubuk yang tua namun indah

Ku dapati dua hal berbeda di sana..
Hujan dan senja..
Aku terbungkam seribu  bahasa
Mengagumi kebesaranNya..

Hujan..
Dia berbagi cinta,
Dan menumbuhkan tanaman.
Sungguh, itu Rahmat dari sang Maha Cinta.
Walaupun dia di rundung kegalauan.

Dan senja,
Mengajarkan ku untuk selalu ikhlas menerima takdir Nya,
Meskipun sebagian orang membenci kehadirannya..

Ya, hujan dan senja.
Dua hal yang berbeda namun sama, sama² indah di pandang mata.

Hujan dan senja.
Aku cinta keduanya..

By: Lina

Monday, April 16, 2018

SANG PECANDU SENJA

Ku rindu sang pecandu senja,
Yang berbesar hati mencinta
Yang tak pernah lelah tersenyum, walau hati berduka
Yang kadang terjatuh, namun dia bangkit untuk orang yang dia cinta.

Ku rindu sang pecandu senja,
Yang datang, dan tidak pernah pergi
Yang selalu menyemangati..

Dia layaknya hujan,
Yang sebagian orang mengira bahwa dia adalah bencana,
Namun tidak!
Dia lah karunia dari Nya..

Dia seperti hujan,
Yang menghapus tangisan dan menggantinya dengan senyuman.

Ku curi namanya tuk ku sebut dalam do'a,
Karena raga tidak sanggup menyapa.

Ku rindu sang pecandu senja,
Seperti aku merindukan sang hujan..

Jangan tanya siapa dia,
Karena kau lah orangnya..

By: Lina

Tuesday, February 13, 2018

TAK INGIN KUNAMAI

Aku lupa, aku pernah mencumbui senja pekat itu bersamamu.
Meneguk setiap tetes bualan yang ia hadirkan kala itu.
Jika bisa  disebut nikmat, aku akan memanggilnya begitu.
Namun sayang, senja waktu itu tak indah sama sekali untuk di adu.
Percayalah! Aku masih mendekor dengan sempurna momen senja itu.
Menghiasi setiap dindingnya dengan renda-renda mengkilat yang menderu.

Memasang neon-neon yang sebenarnya sama sekali tak pernah menyala.
Toh, walau begitu senja kala itu memang tak pernah mengakui keberadaanya.
Apa lagi? Apa lagi yang perlu kau tau tentang senja yang kita tinggalkan di sana?
Apa lagi yang kau harapkan? Pekatnya benar-benar lekat, serat akan noda-noda.

Sejenak, ku garap sepasang bola mataku untuk menelisiknya sekali lagi.
Benar-benar sunyi, tak ada tanda-tanda pernah ada kehidupan sama sekali.
Ku susuri ulang setiap incinya di sumur usang yang pernah ku gali.
Culas, aku hanya mendapati seonggok manusia yang di pantulkan air di permukaannya, bayangku sendiri.

Tampak konyol, sampai-sampai aku tak pernah menyadari.
Senja pekat itu ciptaanku sendiri, kebodohan masa lalu yang terulangi.
Kenyataan itu menohokku telak, aku tak patut di kasihani.
Menyakitkan memang, tapi nyatanya aku masih mampu bangkit untuk berdiri.

Bukan, senja pekat itu sama sekali bukan ilusi, tidak sama sekali.
Aku tak pernah bisa memintanya pergi, angkat kaki ataupun undur diri.
Aku memilih berdamai dan menyalami kalutnya hati.
Aku belum lagi mati, masih kuat untuk berlari.

By
Sopi

Friday, February 9, 2018

ADANYA

Coba tebak!

Aku sedang merindu?Tidak, begitulah harusnya.
Tidak. Aku tidak sedang merindu, sekalipun itu jingga maupun senja.
Aku hanya memaksa sebatang pena untuk tetap terjaga.

Menulis kisahku?Oh bukan, ayolah, itu terdengar lucu sekali.
Percayalah!Aku hanya memaksa sebatang pena untuk menari.

Menyaksikan pena itu menyapu kertas putih bersih bergaris-garis.
Bukan untuk membersihkan, justru mengotori kertas itu dengan tintanya, bukan menulis.

Hanya menarik garis dari titik satu ke titik lainnya.
Aku tak mampu mengendalikan pena gila yang bersenjatakan tinta.
Dia mengambil alih kendali atas jari-jariku yang tak berdaya.
Memaksa sang jari untuk memeluknya erat, dan berdansa sampai membentuk dua patah kata.

Ah, kejam sekali!
Pena itu mengejek ketidakberdayaanku.
Menerjang habis ego dan kebohonganku.

Baiklah, benar. Aku sedang merindu.
Arrrgh..Aku kalah, iya aku tak menulis di kertas itu.
Aku hanya mengukir namamu lewat pena gila itu.
Tak lebih tak kurang, menarik, begitu pikirku.

Alfabet-alfabet kesukaanku menjajal setiap sudut kertas bersih tadi.
Ya. Namamu, harusnya kusembunyikan saja dalam kubangan sunyi.
Tak tau diri!
Makiku pada diri sendiri.

By Sopi Nurisa

Friday, December 22, 2017

TERSENYUMLAH UNTUKKU

Jangan kau tulis namaku dalam butiran air matamu
Karena aku pun akan melakukan hal yang sama
Kau menghiasi ruang rindu dengan lagu yang membuatmu terhenyak
Aku disini mendengar nyanyian kesunyian itu

Adalah takdir yang akan membawa kita nanti
Pada taman yang elok
Dimana jemari kita akan saling menggenggam
Sembari menatap senja dimusim semi

Dan kupastikan kau akan memiliki seutuhnya karena aku tahu untuk siapa hati ini tercipta

By : Fernanz

Saturday, November 18, 2017

PECANDU SENJA


Kemana perginya detik-detik Yang pernah terhitung oleh jari?
Adakah hari Yang memintaku untuk kembali?
Masih adakah lintasan masa yang menarasikan kisah kita?
Kisah kita yang sebenarnya hanya sebuah replika.
Angin memintaku untuk tetap di sini, membelai bayangmu yang tak jua pergi.
Namun menit tak mengizinkan ku tinggal, walau barang menyentak nafas sepenggal.
Ilusi tentang senja lukisan kita.
Tentang jingga yang sebenarnya hanya luka.
Masih tetap tersimpan dan tertata sempurna.
Di relung kisah yang tak pernah terbaca.
Aku tak pernah memintamu untuk kembali.
Hanya saja, memintamu pulang dan tak pernah pergi lagi.
Menikmati terang bintang.
Di atas atap telanjang.
Menikmati senja bersama secangkir harapan.
Senja pencipta kecanduan.
By Sopi

Thursday, November 16, 2017

LANGKAH


Mari melangkah meskipun kesulitan
Merangkak biarpun kelelahan
Ada milyaran keindahan yang menanti
Ada jutaan kebaikan yang akan kau dapati
Ada ribuan orang yang akan kau temui
Ada tempat tak berbatas yang akan kau kunjungi
Roda yang selalu berputar
Ingatkan musim hidup yang bertukar
Selama kau tetap berjalan
Allah akan menunjukkan jalan.

By annisa
Banda Aceh,
14 November 2017

Tuesday, November 14, 2017

TAHUKAH KAMU?


Tahukah kamu yg lebih indah daripada paras yg cantik?
Yaitu akhlak yang mulia.
Tahukah kamu yg lebih mempesona daripada senyum yg manis?
Yaitu tutur kata yg baik.
Tahukan kamu yg lebih mengagumkan daripada tubuh yg tinggi tegap?
Yaitu pola pikir yg dewasa dan bijaksana.
Tahukah kamu bahwa ada banyak hal yg jauh lebih mengagumkan daripada sekedar tampilan fisik?
Kita tidak punya pilihan ingin dilahirkan seperti apa.
Tapi kita selalu punya pilihan untuk menjadi pribadi yg lebih baik.
Kita semua mengagumkan :)

By Emmy

Sunday, November 12, 2017

RASA YANG TAK BERNAMA


Aku lupa kapan dan di mana rasa ini pernah ada.
Namun tak pernah lupa kepada siapa rasa ini pernah mengasa.

Aku belum sempat menamainya 'Cinta'.
Pun,Aku belum sempat menamainya apa-apa.

Aku pernah menyeret namamu dalam ruang hampa yang bernama asa,harap dan do'a.
Akupun pernah melukis indah lengkung bibirmu di bawah derai hujan yang sering kali menyapa.

Aku merindui rindui yang tak bertuan dan bertujuan.
Aku masih merindui tinta yang tak sempat tertoreh dalam lembar story kita.

Ya,masih dengan luka yang sama dan harapan rasa yang tak bernama.

By
Sopi

HANYUT


Ada sekerat rindu dan luka dalam setiap butir tetesan cinta. 
Sejak benih itu jatuh dan tumbuh, 
hingga ia mulai bertangkai, 
tanpa sempat menumbuhkan putik, 
apa lagi mekar, benih itu telah hanyut terbawa arus takdir dari-Nya. 

Hendak mengejar, apa yg harus dikejar. 
Namu aku juga mulai hanyut dan terbenam dalam sungai salju
Benih putih itu perlahan telah berubah hitam, bahkan pekat.
Hilang dan pergi, tak lagi mampu Ku nanti.
Lagi, kau tarik asaku brsama gerimisku.

By
Sopi

Monday, October 23, 2017

MERANGKAI MASA DEPAN


Aku tak bisa bermain dengan rindu
Ketika aku menikmati buku-buku
Aku tak punya masa menjalin cinta
Tujuanku berlari mengejar cita-cita
Aku tak punya waktu luang untuk kuhabiskan
Karena mereka menyiramiku dengan harapan
Aku tau jiwaku penuh dengan impian
Ini lah partisipasi
Demi oase berfase misteri
Semangat berfluktuasi
Butiran keringat yang kurindui
Tarian-tarian berirama
Akan menarik ku ke istana
Kebijaksanaan berisi rima
Diiringi iman dan wacana
Kau tau teman?
Senyum mereka bersinar
Memotivasi bunga berlian
Gerak-gerik yang berbinar
Merangkai masa depan

By annisa ramadhani

Banda Aceh, 24 Oktober 2017
Ig: @annisaramadhani1122

Monday, October 16, 2017

RINDU


Getaran di ruang rindu
Pita-pita kehidupan kekasih
Ruang yang hampa dan jarak yang menjarahku
Gelisah di bawah naungan diri
Sepi sendiri selama semi
Terawangi jendela kaca
Rentangan padang terang
Mengejar bayangan kisah indah
Dirimu,
Dalam rindu sendu

*by annisa*
Asaasunnajaah,
Sabtu, 11 Januari 2013
22.02 WIB

Ig: @annisaramadhani1122

Saturday, October 14, 2017

BUNGA


Tak terlihat lagi bunga kerajaan
Yang tersimpan di balik tingginya dunia
Tak terlihat lagi bunga harapan
Yang terlipat dalam balutan kelamnya dunia
Tak terlihat lagi bunga impian
Yang terbungkus paku bumi di taman indah sana.

Asaasunnajaah,
Ahad, 9 September 2012
20.55 WIB.

Ig: @annisaramadhani1122

Tuesday, October 10, 2017

PERGI


Duniamu membisu

Angin senja menerpa wajah

Kau lari mencari cahaya silau

Tinggalkan jutaan pasir terhampar

Lupakan keindahan bunga di tepi

Terus pergi menembus awan



Oleh: Annisa Ramadhani
Asaasunnajaah,
Rabu, 26 September 2012
19.45 WIB

Ig: @annisaramadhani1122

WHAT IF...?

What if I'm the devil that stalks your dreams? What if I'm the one responsible for your screams? What if I'm the brute causing y...